Irjen Pol Royke Lumowa. Foto: Indosport.com

IDNews.co.id – Masalah kemacetan pada Asian Games 2018 yang akan digelar di Indonesia jadi perhatian. Beberapa langkah juga dilakukan untuk mengakali masalah kemacetan ini, satu diantaranya meliburkan anak sekolah di sekitar venue.

Namun, Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin mengatakan, kebijakan itu menjadi kewenangan pemerintah.

” Itu kewenangan pemerintah, ” kata Syafruddin di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.

Dalam peluang yang sama, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Polisi Royke Lumowa mengatakan, wacana meliburkan anak sekolah dinilai bisa mengurangi kepadatan sebesar 40 persen.

” Kalau umpamanya liburan sekolah, itu lumayan. Ya dapat mengurangi kemacetan 40 persen, ” kata Royke.

Menurut dia, sesuai ketetapan internasional saat tempuh wisma atlet ke venue harusnya selama 30 menit. Sekarang ini, saat tempuh yang diraih dapat 1-1, 5 jam.

” Asian Games ini dari penginapan ke venue dan demikian sebaliknya itu mesti 30 menit. Ketetapan internasional yang 30 menit. sekarang ini dapat 1 jam 1, 5 jam bahkan ada yang sempat 2 jam. Ini tidak bisa, ” tangkisnya.

Sekarang ini, kata Royke, pemerintah dan Polri sedang pikirkan cara supaya saat tempuh 30 menit bisa terwujud. Menurut dia, hal yang berat untuk mewujudkan saat tempuh itu dalam keadaan jalan raya sekarang ini.

Untuk jumlah personel kepolisian jalan raya, Royke menjelaskan, dirinya akan menurunkan sejumlah empat sampai lima ribu pasukan. Nanti ribuan pasukan ini akan disebar di tiga lokasi yaitu Jakarta, Palembang dan Jawa Barat.

” Kita akan turun semuanya. Paling tidak 4. 000-5. 000. Untuk semuanya kota Jakarta, Jawa barat dan Palembang, ” tangkisnya.(ndi)

LEAVE A REPLY