Mantan Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri, Rizal Ramli, Foto: Suara.com

IDNEWS.CO.ID – Eks Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri, Rizal Ramli, meminta Komisi Penanggulangan Korupsi (KPK) segera merampungkan beberapa kasus besar yang selama ini berkesan masih jalan pada tempat. Ditambah lagi, tidak lama akan berubah kepemimpinan di lembaga antirasuah itu.

“Saya pingin mengatakan kepemimpinan KPK (Jilid IV) ini kan tidak lama . Meminta biar beberapa kasus yang besar yang sudah tahunan dibukalah jelas benderang. Kecuali perkara BLBI, perkara Century,” kata Rizal di kantor KPK, Jakarta Selatan.

Rizal sendiri ada ke KPK untuk penuhi kontrol sebagai saksi untuk masalah korupsi penerbitan Surat Info Lunas Pertolongan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI). Ia diperiksa untuk lengkapi berkas penyelidikan Obligor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim, dan istrinya, Itjih Nursalim.

Rizal pun mengusik kekhawatirannya karena jumlah calon pimpinan KPK jilid V yang berasal dari Kepolisian. Dia rasakan risau jika jadi pimpinan KPK jilid V pun tak sanggup mengatasi beberapa kasus besar itu.

Sebelumnya, sejumlah perwira tinggi atau pati jenderal bintang satu dan dua Polri mendaftarkan sebagai capim KPK periode 2019-2023. Banyak pati itu selamat daftar ke 192 capim KPK untuk lanjut ke uji kompetensi.

“Lantaran pimpinan KPK (Jilid V) yang akan ada saya dengar banyak calonnya polisi. Itu dapat berganti sekalipun kelak dapat coup de grace,” papar bekas Menko Kemaritiman itu.

Ia juga memperingatkan jika KPK dibuat untuk mendukung Polri yang tak sanggup mengatasi beberapa kasus besar. Dia risau jika dipimpin polisi, KPK pelan-pelan dapat berganti fungsi dan kegunaannya.

“Dahulu KPK dibuat karena polisi kurang sanggup mengatasi beberapa kasus korupsi besar. Namun bila kelak pimpinan yang baru banyak polisi itu namanya coup de grace. Pelan-pelan KPK dapat berganti fungsi dan kegunaannya, jangan hingga itu terjadi,” kata Rizal. (ndi)

LEAVE A REPLY