Raja Raksasa Bulutangkis Dunia, Lin Dan.

IDNEWS.CO.ID – Olimpiade 2020 Tokyo resmi ditunda. Hal itu berdampak kepada Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Mereka harus mencari cara bagaimana hak-hak pebulutangkis bisa dijaga.

Olimpiade 2020 sedianya berlangsung pada 24 Juli mendatang. Namun, karena masih maraknya wabah virus corona, akhirnya disepakati untuk melakukan penundaan selama satu tahun.

Keputusan itu diambil setelah Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) bertemu secara virtua, Selasa 24 Maret 2020.

Imbas mewabahnya Virus Corona alias Covid-19, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) kemudian berencana membekukan rangking dunia untuk sementara waktu. Hal ini dinilai merupakan skenario terbaik agar adil bagi para pebulutangkis yang telah berjuang mengumpulkan poin untuk Olimpiade sejauh ini.

Selain itu, ada kemungkinan terburuk yang harus diterima para pebulutangkis dunia. Dengan ketidakpastian kapan Covid-19 akan berakhir, para pebulutangkis harus siap dengan kemungkinan minimnya turnamen yang akan dilangsungkan ke depan.

BWF sadar karier dan mata pencaharian para pebulutangkis bersumber dari turnamen. Lebih dari itu, semua harus menyadari keselamatan dan kesehatan adalah hal yang utama.

“Kami memiliki pertimbangan kuat untuk melindungi struktur utama olahraga kami, yang akan memastikannya bertahan dalam masa-masa yang tidak menentu dan tidak pasti ini. Kami menghargai bahwa bagian penting dari ini adalah mata pencaharian para pebulutangkis internasional, dalam situasi saat ini sangat sedikit turnamen akan dimainkan dalam beberapa bulan mendatang,” ujar BWF dilansir dari situs resmi mereka, Kamis 26 Maret 2020.

Meski demikian, BWF berjanji akan terus memantau perkembangan terkait Covid-19. Tidak menutup kemungkin semua akan berjalan normal seperti biasa. Tentu sesuai dengan arahan dan koordinasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemangku kepentingan lainnya.

“BWF akan terus memantau semua perkembangan terkait COVID-19, dan sejalan dengan saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berbagai pakar kesehatan, IOC dan IPC. Kami akan membuat pilihan terbaik untuk kepentingan para pemain internasional dan komunitas bulutangkis,” ucapnya.

Terakhir, BWF merilis rangking dunia pasca All England Open 2020 di Birmingham Arena Inggris, 11-15 Maret lalu. Itu pun turnamen tertua tersebut dihelat saat Corona tengah mewabah ke berbagai negara. Saat itu pada pekan ke 12 BWF merilis rangking per 17 Maret 2020.

Baca: Kasus PDP Corona, PBSI Larang Pelatih Bulutangkis RI Datangi Pelatnas

LEAVE A REPLY