William Barr

IDNEWS.CO.ID – Sebanyak 21 orang anggota tentara Saudi diusir dari Amerika Serikat (AS) masih terkait adanya penembakan di basis militer pada bulan Desember 2019 lalu.

Memang para prajurit Saudi bukan dianggap membantu pelaku penembakan yang berpangkat letnan Arab Saudi dan berusia 21 tahun tersebut. Namun mereka disebutkan Jaksa Agung William Barr, para prajurit itu diketahui menyimpan materi-materi berbau jihad. Mereka juga sebagian disebut memiliki bahan-bahan terkait anak yang tak pantas.

Diketahui tiga orang prajurit Angkatan Laut tewas pada penembakan 6 Desember 2019 lalu. Atas perkembangan kasus ini, Barr kemudian mengadakan konferensi pers pada kemarin.

Diketahui bahwa pelatihan terhadap militer Saudi dihentikan untuk sementara waktu dengan adanya insiden berdarah itu dilansir laman BBC.

Barr melanjutkan, penembakan di pangkalan AL Pensacola merupakan tindakan terorisme. Pihaknya juga sudah memeriksa lewat Apple dan iPhones agar mengunci semua informasi yang di ponsel korban dan jaringannya. Pelaku pada saat kejadian diketahui ditembak mati oleh polisi.

Diketahui pelaku penembakan berusaha menghancurkan ponsel dengan menembaknya namun FBI berhasil me-restore data memori yang ada di dalamnya. (ndi)

LEAVE A REPLY