IDNews.co.id – Kemajuan era globalisasi saat ini begitu cepat, sehingga dihadapkan pada persaingan yang begitu lebar dengan orang yang bukan sebangsa dan tanah air. “Untuk menghadapi persaingan tersebut kita harus mempersiapkan diri dengan cara belajar sungguh-sungguh agar kita tidak menjadi penonton di negeri sendiri,” ujar Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede saat memimpin upacara dengan pelajar Muhammadiyah, Jln. KH. Mas Mansyur, Kebon Melati, Tanah Abang, Senin (12/3).

Namun, dalam mempersiapkan diri, para generasi penerus dihadapkan berbagai rayuan yang bisa membawa ke arah tidak benar. “Karena saat ini tidak ada lagi kelompok masyarakat, elemen masyarakat yang berani mengatakan dirinya bebas narkoba sebab semua segi-segi ini sudah terserap narkoba,” tegas Mangara.

Mangara berpesan, para pelajar Muhammadiyah jangan sekali-kali mencoba narkoba, jika sekali mencoba narkoba, berarti sudah menandatangani masuk ke dalam maut. “Ini harus dihindari,” tandasnya.

Ungkapan Say No To Drugs, sambung Mangara, belum cukup. Tetapi harus ikut memerangi narkoba. Sekolah Muhammadiyah selain sekolah umum juga dilatar belakangi dengan pendidikan dasar agama yang kuat. Maka itu, diharapkan menjadi salah satu benteng yang kuat untuk menghadapi bahaya narkoba.

“Ingat narkoba paling utama diserang adalah kalian sebagai genarasi muda, yang pada akhirnya dapat menghancurkan negara. Jika generasi muda telah memastikan diri dan menanam nilai-nilai untuk melawan anti narkoba maka dengan sendirinya bibit-bibit yang positip akan tumbuh, maka apa yang kita cita-citakan akan terlaksana,” pungkas Mangara. (fat)

LEAVE A REPLY