Skuter Listrik

IDNEWS.CO.ID – Beberapa waktu terakhir, kelompok muda di Jakarta sedang terjangkit tren e-scooter atau skuter listrik. Hal semacam itu diawali, disaat perusahaan transportasi online Grab menyediakan layanan Grab Wheels yang memungkinkan pengguna aplikasi menyicipi kendaraan unik itu dengan membayar Rp5 ribu saja.

Cost sewa yang murah membuat kita dengan mudah menemukan unitnya berseliweran di pusat kota Jakarta. Umumnya, track yang digunakan yakni trotoar. Hingga pengguna e-scooter acapkali share ruang dengan pejalan kaki.

Tetapi belakangan, peredaran skuter listrik di arah pejalan kaki acapkali memakan korban. Teranyar, dua remaja berumur belasan tahun meninggal dunia di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, berkat tertabrak mobil saat sedang berskuter ria saat malam mendekati dini hari.

Kecuali memakan korban, penggunaan skuter listrik dinilai dapat berpotensi merusak sarana publik yang berada di ibu kota. Itu kenapa, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo melarang kendaraan berjenis otoped itu lewat di arah pejalan kaki umum atau trotoar.

“Kami sudah berikan jika otoped (skuter listrik) tidak bisa ada di trotoar,” tutur Syafrin, seperti dilansir Kamis (14/11/2019).

Syafrin menyampaikan, ruang lain dimana skuter listrik akan dilarang ialah JPO dan seluruhnya titik di kawasan Car Free Day atau CFD. Sekali juga dianggap pengembangan dalam moda transportasi, keberadaannya acapkali mengganggu pejalan kaki hingga butuh diregulasi.

Berkaitan hal tersebut, katanya, faksinya telah bekerjasama dengan operator pemasok layanan skuter listrik di Jakarta. Operator yang disebut tak lain ialah Grab.

“Itu (skuter listrik) mengganggu pejalan kaki. Jadi kita sudah siapkan regulasinya. Tempo hari siang (Selasa 12 November 2019), kita sudah mengabari faksi Grab,” katanya. (fat)

LEAVE A REPLY