Ilustrasi Jerawat

IDNEWS.CO.ID – Ngaku deh, jerawat di wajah biasanya bikin enggak pede untuk beraktivitas. Wajah yang mulus dan bebas jerawat pastinya jadi idaman para kaum urban biar tetap tampil kece.

Tetapi, hidup dan bekerja di Ibu Kota Jakarta tentunya memicu stres di tubuh. Stres biasanya hadir saat banyaknya beban pikiran yang akhirnya membuat perubahan di tubuh, termasuk jerawat.

Stres memicu jerawat karena adanya hormon kortisol yang mengubah kulit di seluruh tubuh. Stres yang terjadi itu akhirnya membuat beragam fungsi kerja organ tubuh jadi enggak maksimal.

“Karena hormon kortisol kita naik, hal lain dalam tubuh yang harusnya bekerja, jadi tidak optimal kerjanya. Imunnya juga jadi jelek, pokoknya semua jadi tidak bagus, dampak stres itu besar, termaksud berdampak ke kulit,” ujar pendiri skin care lokal organik, Dewi Kauw, di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Beberapa waktu lalu.

Selain itu, jerawat juga kerap muncul karena perubahan pola makan yang buruk. Nah, perubahan pola makan ini juga bisa dipicu karena stres. Jadi ketiganya sangat berkaitan banget, ya.

“Misal perubahan hormon, ini dapat berubah bukan hanya menjelang menstruasi, tetapi juga bisa karena perubahan pola makan,” kata dia.

CEO Skin Dewi ini menegaskan peran cairan untuk kebutuhan tubuh sangat berarti dalam membasmi jerawat. Cairan ini bisa didapatkan dari air putih dan sayur mayur.

“Fungsi air itu juga membersihkan, seperti selokan, kalau tidak ada air yg mengalir, tetap kotor, gak ada yang dorong, mampet. Jadi kurang minum bisa juga berpengaruh memunculkan jerawat,” tuturnya.

Adapun jenis sayuran yang dikonsumsi ternyata perlu bervariasi. Selain itu, bentuknya pun harus yang memiliki batang agar makin ampuh usir jerawat.

“Harus banyak makan sayur tapi jenis sayur yang berbatang. Saya merasa sudah benar satu piring full piring salad, tapi ternyata sayur kurang bervariasi, jadi variasi sayur juga penting,” katanya.

LEAVE A REPLY