Mantan Wapres yang juga petinggi PPP Hamzah Haz (tengah).

IDNEWS.CO.ID – Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz ini hari, Minggu 17 November 2019, menyatukan tokoh dan senior PPP di kediamannya, Jl. Patra Kuningan XV Nomor 8, Jakarta Selatan. Beberapa tokoh itu antara lain Sekjen PPP Sudarto dan Ketua DPP PPP Lena Maryana Mukti.

Hamzah Haz mengatakan pengumpulan itu dilakukan atas basic kekhawatirannya pada keadaan partai yang berkembang saat ini, terutama terkait hasil pengumpulan bangku di DPR RI untuk periode 2019-2024. Tempat PPP memang ada sedikit di atas tingkat batas yang ditetapkan untuk selamat berubah menjadi anggota DPR, yaitu empat persen.

Pada periode itu, suara PPP memang tergerus, yaitu cuma mendapatkan sejumlah 19 bangku dengan jumlahnya suara 6.323.147 atau 4,52 persen. Meskipun sebenarnya, pada periode 2014-2019, PPP sukses mendapatkan jatah sejumlah 39 bangku dengan pengumpulan suara.

“Sebab saya melihat PPP kini bertambah saya meninggalkan, bertambah mengalami penurunan, dari 58 bangku, 39 bangku dan terakhir 19 bangku,” ujarnya.

Sebab bertambah menyusutnya simpat publik ke pada partai, mantan Wakil Presiden itu merasakan butuh untuk selamatkan partai berlambang Ka’bah itu. Lantaran, menurut dia, PPP merupakan partai islam hanya satu yang tak terafiliasi dengan saluran agama Islam spesifik, sampai-sampai mestinya dapat naungi umat Islam secara umum.

“Jadi saya pikir tanda-tandanya PPP jika tidak diselamatkan, bisa saja yang akan hadir gak ada PPP,” papar ia.

Menurutnya, pada dasarnya permasalahan PPP merupakan karena tidak kuatnya andil DPP untuk memperkuat tempatnya di tengahnya warga. Tidak hanya itu, kerekatan basis akar rumputnya tidak kuat untuk mendukung PPP sebagai sebuah partai besar yang harus tetap bertahan.

“Di DKI, di DPRD-nya dari sepuluh bangku, tinggal satu bangku. Meskipun sebenarnya DPP ini, artinya orang tidak melihat DPP-nya. Coba benahi DPP itu,” tegas ia. (ndi)

LEAVE A REPLY