Dalam industri musik K-pop yang menggerakkan para penyanyinya untuk bungkam di luar panggung, Sulli ialah seorang pemberontak. Aktris itu mulai melesat namanya sebagai anggota girl band f(x). Tapi, belakangan namanya dikenal sebagai wanita yang vokal dalam soal kesehatan jiwa, pengecaman siber, hak-hak wanita – tema-tema yang masih peka dalam orang konservatif seperti Korea Selatan.

Sulli tutup umur di rumahnya, pada Senin (14/10/2019) lalu. Wanita berusia 25 tahun itu dikenang oleh para fansnya sebagai seseorang yang selalu menegaskan kalau suaranya didengar.

Seperti dijelaskan seorang kritikus musik: “Ia ketawa disaat mau ketawa dan menangis disaat mau menangis. Ia bicara blak-blakan. Ia tidak klop dengan cetakan (yang dibuat industri K-pop).”

Dari magang berubah menjadi bintang pop

Ia ikuti audisi SM Entertainment, salah satunya perusahaan hiburan terbesar Korsel. Mereka menerimanya sebagai artis magang – urutan yang diimpikan beberapa orang.

Pada 2009, ia melakukan kiprahnya sebagai anggota kelompok vokalis wanita f(x). Album perdana grup beranggotakan lima orang itu, yang berjudul???? atau Pinokio, memuncaki tangga lagu Korsel dan mereka berubah menjadi girl band K-pop terbesar.

“f(x) bisa jadi merupakan salah satunya grup yang musiknya paling inovatif dalam sejarah K-pop,” kata penulis musik K-pop, Joshua Calixto.

“Barisan itu dikenal dengan musiknya yang mencapai beragam typical. Tidak tergoyahkan musiknya asik dan pada saat bersamaan ada komponen-komponen tak terduga yang mengubah pakem,” jelasnya.

(dari kiri ke kanan) Victoria Song, Amber Liu, Krystal Jung, Sulli, dan Luna merupakan anggota girlband f(x). – Getty Images

Mereka pun berubah menjadi salah satunya grup K-pop pertama yang dikenal di dunia internasional setelah tampil di festival South by Southwest (SXSW) di Amerika Serikat pada 2013. Semasa itu, band-band K-pop yang lain seperti BTS belum demikian terkenal di dunia Barat.

Meskipun demikian, setahun setelah itu Sulli rehat dari industri hiburan. SM Entertainment mengatakan ia “menderita secara fisik dan mental karena rumor jahat dan tidak benar yang menebar masalah dirinya”.

Pada 2015, ia berhenti secara sah dari f(x) dan memutuskan konsentrasi pada akting.

Selang tiga tahun setelah itu, melalui support SM Entertainment, ia kembali pada panggung tarik suara dengan melaunching single perdana bertopik Goblin. Pada lagu itu, ia mainkan karakter yang menyandang masalah jatidiri diasosiatif yang sebelumnya dikenal dengan panggilan masalah multi kepribadian.

Ia pun punyai acara bincang-bincang berjudul The Night of Hate Comments, menghadirkan selebritas yang berbagi berkenaan pengalaman mereka masalah komentar kedengkian dan pengecaman siber.

Pergumulan

Yg membuat Sulli berlainan dari bintang K-pop yang lain ialah cara bicaranya yang blak-blakan – suatu yang jarang dijumpai pada bintang K-pop berkat kebanyakan tutup rapat-rapat kehidupan pribadi dan pandangan mereka.

Sikap sesuai ini justru ditebalkan oleh industri K-pop yang menggerakkan para idol menjaga citra pribadi di panggung dan luar panggung.

“Artis K-pop dikatakan `idol` di Korea…(makhluk) yang harus bagus, manusia dan seniman sempurna setiap waktu bahkan dalam kehidupan pribadi mereka,” kata penulis kolom masalah K-pop, Jeff Benjamin.

Industri K-pop menggerakkan para idol menjaga citra pribadi di panggung dan luar panggung. – Getty Images

Sulli menentang dari tuntutan itu.

“Bintang wanita K-pop didambakan imut, manis, dan pada saat bersamaan punya sikap tunduk di muka publik. Sulli tidak klop dengan cetakan (yang dibuat industri K-pop). Ia justru secara berniat meningkatkan suaranya dan mau didengar,” kata Yoonha Kim, kritikus K-pop di Korsel.

Sulli sering berbicara secara jelas berkenaan pergumulannya dengan kesehatan jiwa, perundingan siber, dan bahkan jalinan asmaranya. Walau sebenarnya, oleh faksi manajemen, para bintang K-pop dilarang memainkan tindakan sejenis itu.

Wanita 25 tahun itu pun berkeras kalau wanita harus bebas berpakaian sekehendak mereka. Ia sendiri sering terima kritikan pedas karena tidak memanfaatkan bra di muka publik.

“Waktu aku kali pertama mengupload foto `tanpa bra` terdapat beberapa percakapan masalah itu. Aku takut dan kali saja bersembunyi, namun alasan kenapa aku tidak melakukannya ialah aku mau mengubah prasangka orang masalah itu. Beberapa dari diri aku pun mau mengatakan: `Ini bukan masalah besar`,” kata Sulli satu saat terhadap pewawancara.

Lantaran sikapnya, ia memperoleh serangan di dunia maya. Beberapa dari mereka memandang tindakannya dan cara berpakaiannya pada foto yang diupload, termasuk “kontroversial”.

“Untuk para pengritik Sulli, hal sepele sekalinya seperti menggunggah foto (dirinya) bersama kekasihnya dianggap tindakan kontroversial,” kata Calixto.

Dapat tetapi, Sulli tidak perduli. Ia tetap bersuara kencang, sangat percaya kalau para pembencinya tidak punyai hak membungkamnya.

“Ia dengan berani bersuara berdasarkan apa yang diyakininya. Beberapa bintang wanita yang tidak ingin berkompromi, ramai, dan berani ini harus merisikokan semua profesi mereka untuk berubah menjadi diri pribadi,” kata Kim.

Pemuka sejati

Sulli ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (14/10). Laporan awal kepolisian katakan tidak ada isyarat pembunuhan.

Teman-teman dekatnya mengatakan mendiang mengalami stres sebelum tutup umur.

Beberapa `idol` setelah itu menyuarakan utamanya support yang lebih baik untuk para bintang di di industri K-pop. Mereka lantas menyingkap tekanan yang mereka alami.

Kim Dong Wan, dari boyband Shinhwa, menulis pada akun Instagram-nya kalau banyak bintang “berperang dalam diri mereka sendiri, memperdebatkan berapakah banyak kesakitan yang mereka dapat tanggung dalam hati dan menyambung kerja, semua untuk manisnya uang dan kepopuleran”.

Keluarga dan kawan-kawan Sulli, termasuk mantan rekan-rekannya di f(x), mengunjungi pemakamannya pada Kamis (17/10/2019).

Prosesi pemakaman awalnya tertutup untuk media dan fans, tapi belakangan SM Entertainment memperkenankan fans menyampaikan perpisahan. Beberapa ribu penggemar mendiang pun menyampaikan perpisahan di dunia maya.

“Silahkan kita kenang Sulli lebih berkenaan perihal yang ia perjuangkan. Ia ialah salah di antara satu dari segelintir sosok terkenal dan vokal Korea yang berbicara secara jelas masalah feminisme, masalah jiwa, dan sikap positif pada badan. Satu orang pemuka sejati,” cuit seorang warganet.

Kim, anggota Shinhwa, mengatakan: “Banyak wanita Korea (sekarang) menyuarakan keinginan mereka untuk menentang. Bahkan juga jika ia tidak dapat mendengarnya , aku berharap itu membuat tenang.” (ria)

LEAVE A REPLY