Warga Australia Timothy Weeks (kiri) dan warga AS Kevin King (kanan) Foto : BBC

IDNEWS.CO.ID – Taliban Afghanistan akhirnya bebaskan dua orang akademisi Barat yang selama ini ditahan. Keduanya berubah menjadi sandera Taliban sejak 2016. Dua akademisi itu ditukar kebebasannya dengan tiga militan senior Taliban yang dipenjara.

Masyarakat Amerika Kevin King dan masyarakat Australia Timothy Weeks dibebaskan setelah tiga tahun ditawan usai diculik di sekitar universitas American University of Afghanistan di Kabul. Keduanya merupakan dosen di universitas itu.

Diambil dari laman BBC, tiga militan Taliban yang ditukar dengan para profesor diadukan telah datang di Qatar. Pemerintah Afghanistan menyatakan, adanya kesepahaman ini akan menjadi awal dimulainya pembicaraan baru dengan Taliban.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan, ketentuan yang mereka mengambil memang ketentuan susah, tetapi sangat perlu dan dilakukan juga dengan alasan kemanusiaan.

Transisi atas militan senior itu di antaranya termasuk Anas Haqqani yaitu pelacak dana dan pentolan kelompok militan Haqqani dan dua orang komandan yang lain. Ketiganya sempat dipenjara oleh otoritas Afghanistan.

Kakak pria Anas Haqqani diketahui bernama Sirajuddin yang pimpin jaringan striker Haqqani dan merupakan wakil pemimpin Taliban yang memiliki kantor di Qatar.

Berhubungan dengan hal tersebut, Taliban pun memberitakan telah bebaskan 10 orang tentara Afghanistan yang mereka tangkap karena akhirnya dua orang penting mereka sukses ditukar.

“Tindakan ini berubah menjadi langkah maju sebagai usaha untuk membicarakan proses perdamaian masa yang akan datang,” demikian pengakuan Taliban. (ndi)

LEAVE A REPLY