Kreatifitas Anak Berkebutuhan Khusus.

IDNews.co.id – Anak Berkebutuhan Khusus, atau ABK relatif mengalami diskriminasi. Kekurangan pada dirinya, menyebabkan beberapa orang, tak berikan perhatian dengan tepat.

Padahal, ABK sudah sepatutnya diperlakukan dengan layak. Namun, tak sedikit orang-orang, khususnya orangtuanya, yang mengalami kesusahan dalam menanganinya.

” Orangtua biasanya denial (menolak) dengan kondisi anak, jadi jadi menyalahkan. Banyak masalah yang pasti sama-sama menyalahkan antar orangtua, bahkan hingga cerai, ” tutur Asisten Deputi Perlindungan Anak Bidang Anak Berkebutuhan Khusus, Kementerian PP dan PA, Indra Gunawan, di Gedung KPPPA, Jakarta.

Di peluang yang sama, Ketua Yayasan Dwituna Rawinala, Budi Prasojo mengatakan, mutlaknya pendekatan pertama oleh tenaga profesional, diberi pada orangtua terlebih dulu. Sebab, orangtua relatif mengalami penolakan yang semestinya diatasi sejak awal.

” Pendekatan pertama pada ortu dan keluarga. Melakukan pendampingan dan penguatan pada orangtua untuk terima. Setelah itu, mulai edukasi pendampingan pada anaknya, ” tutur Budi.

Selanjutnya, Budi menyayangkan munculnya persepsi negatif dari orang-orang pada keluarga ABK. Dimana, keadaan ini jadi penyebab penghalang pendampingan orangtua pada ABK.

” Kalau pandangan orang-orang masih negatif pada keluarga dan ABK, akan menghalangi sistem orangtua untuk terima. Ditambah, akses di lingkungan yang kurang mendukung hidup ABK, buat pendampingan orangtua ke ABK jadi susah, ” terangnya. (ndi)

LEAVE A REPLY