IDNEWS.CO.ID – Protes oleh para kelompok pro demokrasi yang telah terjadi selama kurang lebih lima bulan terakhir meninggalkan beberapa kerusakan pada layanan umum di sejumlah pojok di Hong Kong. Tentara dari Cina yang berbasiskan di Hong Kong turut turun ke jalan dekat tempat mereka di wilayah Weibo.

Dalam hari Sabtu (16/11/2019) para tentara PLA turun bersihkan jalan dari bekas batu bata dan puing-puing bekas kegaduhan yang terjadi selama 1 minggu di wilayah itu dengan celana pendek dan kaus olah raga,

PLA memverifikasi kalau mereka ditugaskan secara singkat untuk menopang buka jalan yang dipenuhi puing-puing di luar barak mereka di Kowloon Tong, agar bisa kembali dibuka kendaraan bermotor. Masyarakat di sekitar wilayah itu memberikan tepok tangan saat para tentara ini mengangkat puing dan menyapu jalan.

Akhir kali tentara PLA meninggalkan baraknya untuk melaksanakan pekerjaan di Hong Kong merupakan disaat Hong Kong alami petaka alam Taifun Mangkhut pada tahun 2018. Kurang lebih 400 personil dikerahkan pada saat itu.

Mulai sejak protes kali pertama dimulai, tentara PLA tidak sudah pernah sekalinya ditugaskan keluar dari barak mereka. “Perbuatan bersihkan puing dan barikade yang dibiarkan oleh kelompok anti pemerintah di Hong Kong ini merupakan bentuk dari inisiasi ‘Kegiatan Suka-rela untuk Komunitas’ oleh militer,” papar juru bicara kota. “Kita tidak sudah pernah secara langsung meminta pemberian dari PLA.”

Bagaimana lantas, hadirnya tentara Cina ditengah-tengah aksi protes yang belum segera selesai di Hong Kong memetik berbagai kontroversi perihal status otonomi wilayah itu. Ini pun disaksikan sebagai pesan terbersit kalau PLA merupakan bentuk Pemerintah Cina di Hong Kong, meskipun seorang tentara mengatakan “aksi ini tidak ada hubungan dengan Pemerintah Hong Kong.” (ach)

LEAVE A REPLY