Ilustrasi operasi. Foto: Pixabay/pexels

IDNEWS.CO.ID – Pemerintah Malaysia terus meningkatkan usaha wisata kesehatan di Indonesia. Pada tahun 2018, tertera 1.2 juta Masyarakat Negara Indonesia (WNI) yang pergi berobat ke Malaysia mengalami penambahan sebesar 14 persen dibandingkan tahun 2017.

“Dari Januari sampai Juni 2019, ada 400 ribu pasien dengan keseluruhan biayanya belanja RM 400 sampai RM 500 juta,” papar Chief Commercial Officer Malaysia Healthcare Travel Council, Nik Yazmin Nik Azman di Atrium Mall Centre Poin, Jalan Jawa Medan, baru-baru ini.

Pasien yang berobat di Malaysia berasal dari Jakarta, Surabaya dan Sumatra Utara. Sejumlah 40-50 persennya berasal Sumut. Malaysia Healthcare tawarkan beragam layanan perawatan dan layanan kesehatan bermutu dunia seperti kardiologi, bayi tabung, fertilitas, onkologi, dan ortopedi sampai paket perawatan yang menarik.

Pelayanan wisata medis itu berada pada sejumlah layanan kesehatan rumah sakit swasta terpenting di Malaysia, yakni Ramsay Sime Darby Health Care; Sunfert International Fertility Centre, Genesis IVF & Women’s Specialist Centre, Penang, dan Mahkota Medical Centre.

“Kami dibawah kawal Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. Di sini kami untuk mempromokan wisata kesehatan di Malaysia,” jelas Yazmin.

Yazmin mengatakan kerja sama di antara Indonesia dan Malaysia dalam kesehatan sudah terikat lama. Sebab itu, Malaysia memberikan layanan, pelayanan dan perlakuan medis secara bermutu dengan dokter berpengalaman dan profesional.

Disamping itu, satu diantaranya maksud pasien asal Indonesia untuk berobat di Malaysia yakni perawatan fertilitas (kesuburan reproduksi) dengan program In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung yang merupakan satu diantaranya layanan kesehatan teratas di Malaysia.

“Kemajuan perawatan program IVF di Malaysia di dukung oleh sejumlah rumah sakit yang memiliki klinik spesial kesuburan atau fertility centre,” ujar Yazmin. (ach)

LEAVE A REPLY