Ilustrasi menyalakan AC mobil. Foto: YouTube

IDNews.co.id – Ada sebagian asumsi apabila mesin mobil mati jadi AC masih dapat digunakan untuk mendinginkan ruangan kabin, walau sebenarnya tidak. Pasalnya saat mesin mati, yang dapat berperan cuma sebatas fan atau kipas. Sedangkan untuk untuk membuahkan udara dingin diperlukan tekanan dari kompresor.

Trainer Product Knowledge Nissan Motor Indonesia (NMI), Sugihendi mengatakan, sebagian komponen AC itu dapat menyala saat mesin mobil mati dengan tempat kelistrikan tetap hidup. Ada pula komponen yang baru dapat bekerja saat mesin mobil hidup.

“Yang bekerja pada situasi mesin mati itu cuma fan atau ekstra fan depan. Tahu sendiri, apabila fan saja yang bekerja tidak menyebabkan dingin didalam kabin. Karena yang buat dingin itu freon dari tekanan kompresor. Sedangkan kompresor baru dapat berperan dari putaran mesin, ” katanya.

Sambung dia, demikian halnya dengan mobil yang punya fitur start stop system, dimana mesin mobil dapat mati sendiri saat lampu merah atau saat macet, dan dapat menyala sekali lagi saat pedal gas diinjak. Mobil dengan fitur sesuai sama itu saja system kompresor AC baru akan menyala jika mesin hidup.

“AC tetap hidup tapi kompresor tidak hidup (cuma kipas saja yang hidup saat mesin mati), karena kompresor masih di putar dengan mesin. Jadi udara dingin yang di keluarkan cuma sisa-sisa saja yang disemburkan oleh fan saat mesin mati, ” sambungnya.

Karena teknologi otomotif jadi tambah modern, ternyata mobil listrik dan hybrid lah yang bisa menyalakan AC dengan maksimal jika kelisitrikan mobil sudah menyala. Lanjut dia, karena AC kedua mobil itu sudah punya motor penggerak sendiri, jadi saat kontak dinyalakan AC segera bekerja.

“Karena systemnya menyerupai dengan AC rumah cuma butuh listrik saja, segera menyala jadi kompresornya ada mesin pemutar sendiri. Yang punya dinamo listrik sendiri cuma hybrid dan listrik, beda dari itu mobil yang masih mesin pembakaran tentunya kompresor ac tetap mesin yang menggerakan, ” katanya. (ndi)

LEAVE A REPLY