lustrasi demensia. Foto: Hello Sehat

IDNEWS.CO.ID – Orang yang menderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi kesehatan jika tidak teratur mengendalikan kadar gula darah dan mengawasi keadaan kesehatannya. Komplikasi kesehatan ini dapat beresiko pada berbagai organ badan, termasuk pada otak. Perihal ini dapat bikin pasien diabetes terdapat resiko tinggi terkena demensia atau pikun.

Orang yang pikun atau memperlihatkan gejala demensia mengalami problem pada sisi otak yang menyebabkan proses belajar, mengingat, berpikir, dan berbahasa berubah menjadi terusik. Penyakit Alzheimer salah satu jenis penyakit demensia yang kerap terjadi. Lalu, apa hubungan penyakit ini dengan diabetes?

Biarpun masih dibutuhkan tambah banyak pengamatan, saat ini diketahui kalau makin tua umur pasien diabetes, terutama diabetes tipe 2, ternyata makin lebih terdapat resiko dia mengalami demensia. Berikut ini yaitu sejumlah kemungkinan dikarenakan:

1. Kerusakan saraf

Pasien diabetes riskan mengalami penambahan atau penurunan kadar gula darah yang ekstrim karena adanya problem pada dampak kerja hormon insulin. Oleh karena itu, sel saraf otak tidak bisa menggunakan gula darah sebagai sumber daya.

Berikut penyebabnya kekuatan berpikir bisa terusik jika kadar glukosa terlalu tinggi atau terlalu rendah. Dalam keadaan parah, keadaan ini bahkan dapat menyebabkan kerusakan saraf karena otak kekurangan daya.

2. Saluran darah ke otak tidak lancar

Diabetes yang tidak termonitor dalam periode panjang bisa menambah peradangan dalam badan, sampai terdapat resiko merusak pembuluh darah. Kalau kerusakan pembuluh darah terjadi pada otak, saluran darah ke otak dapat terusik sampai ada penyakit Alzheimer.

3. Kandungan protein beta amyloid bertambah

Tingginya kadar gula darah ternyata terkait dengan tingginya kadar protein yang dimaksud beta amyloid. Penimbunan protein ini bisa mengganggu kerja otak dan memutuskan isyarat di antara beberapa sel saraf otak, sampai ada gejala demensia.

4. Kandungan gula darah yang terlalu rendah

Orang yang menderita diabetes memang condong mengalami penambahan kadar gula darah. Tapi setelah mendapatkan penyembuhan, kadar gula darah ini bisa mendadak mengalami penurunan. Kalau kadar gula darah mengalami penurunan mencolok sampai terjadi hipoglikemia, jadi sel saraf otak akan kekurangan daya, sampai mengalami kerusakan.

Orang yang mengalami hal ini akan mengalami persoalan untuk berpikir dan mengingat, sampai nampak bingung. Gula darah yang tidak termonitor secara baik ini makin lama dapat menyebabkan demensia. (ria)

LEAVE A REPLY