Ilustrasi kondom/alat kontrasepsi.

IDNEWS.CO.ID – Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang paling mudah dan praktis untuk digunakan. Selain itu, penggunaan alat kontrasepsi ini juga bisa mencegah penularan penyakit kelamin, termasuk HIV/AIDS.

Meski begitu, tak sedikit orang yang enggan memakai kondom. Selain bisa menimbulkan alergi bagi beberapa orang, jika tidak tepat saat menggunakannya, alat kontrasepsi ini bisa saja terlepas. Tidak hanya itu, banyak pasangan yang mengaku, kalau memakai kondom ‘tidak enak’ untuk berhubungan seks.

Baca Juga: Gak Cuma Bikin Puas, Bercinta Pakai Kondom Juga Cegah COVID-19

Nah, untuk menyiasati hal ini, kondom dibuat dengan berbagai varian rasa. Menurut Melati Gultom, Brand Manager Pil KB Elzsa, rasa menjadi salah satu daya tarik. Karena seks bukan melulu soal pemenuhan kebutuhan biologis.

“Karena kami melihat, itu salah satu pengaruhnya (rasa). Kenapa? Seks itu tidak hanya sebagai kebutuhan biologis, tapi sebagai rekreasi,” ujarnya saat virtual media conference Perayaan Hari Kontrasepsi Sedunia, yang diselenggarakan oleh DKT Indonesia, Kamis, 24 September 2020.

Kondom.

Nah, untuk membuat ‘rekreasi’ seks lebih menyenangkan, menurut Melati, harus ada sesuatu yang baru dan tidak flat.

“Makanya ditambahkan berbagai varian rasa di kondom. Itu adalah tujuannya supaya seks itu jadi menyenangkan. Karena seks itu not only the biology, tapi juga sebagai rekreasi buat ibu dan pasangannya,” kata Melati.

Head of Strategic Planning DKT Indonesia, Aditya A. Putra, mengakui, kondom plain atau tidak memiliki rasa memang kurang diminati. Namun, dia menjelaskan, varian kondom tidak terbatas pada rasa saja.

“Banyak berbagai macam variasi, bukan cuma rasa-rasa aja sih. Ada juga kondom berbintil. Jadi, ini memang salah satu cara membuat orang supaya tertarik, sehingga kita mudah membicarakan tentang fungsi dari kondom itu sendiri,” tutur Aditya.

LEAVE A REPLY