Film Chucky

IDNEWS.CO.ID – Bagi para pencinta film berjenis horor sekaligus juga thriller kayaknya film berjudul Child’s Play sesuai dimasukan ke daftar film yang akan disaksikan saat minggu akhir kelak.

Disaksikan dari judulnya, Child’s Play memang sudah terdengar tak asing . Film yang ambil topik boneka pembunuh bernama Chucky ini memang kerapkali dibuat lagi dengan berbagai judul dan latar belakang kisah yang berlainan.

Buat film Child’s Play 2019 ini, kisah dengan diawali seorang ibu muda bernama Karen (Aubrey Plaza) yang memberikan hadiah lagi tahun sebuah boneka bernama Buddi untuk putra kesayangannya bernama Andy (Gabriel Bateman). Di sini, boneka Buddi dikenal sebagai mainan berteknologi tinggi yang bermanfaat sekaligus juga disukai beberapa orang.

Tapi sayang, boneka yang diberi Karen ternyata bukan boneka baru. Tetapi boneka yang sistemnya sudah rusak parah. Hasilnya, bukanlah bermanfaat dan bisa dipercaya, tetapi boneka Buddi ini justru membuat beberapa teror yang sadis sekaligus juga menyeramkan.

Satu satu makhluk hidup yang terkait dengan Andy turut diteror, bahkan sampai meregang nyawa. Lalu bagaimana Andy hentikan teror sadis itu? Child’s Play akan tayang serentak di sebagian bioskop Tanah Air dalam bulan Juli ini, tetapi untuk tanggalnya belum diketahui tentunya.

Jalan cerita Child’s Play ini kelihatan lebih simpel dan pula fresh karena terkait erat dengan gaya hidup saat ini. Tidak itu saja, beberapa adegan sadis yang dihidangkan tidak terlalu mengerikan, karena mencampurkan bagian humor di dalamnya.

Apabila di film-film sebelumnya, Chucky ditemukan secara misterius dan karakter dendam sampai memiliki keinginan untuk membunuh karena dimasuki oleh ruh halus, kesempatan ini berlainan. Pada film Child’s Play 2019, asal muasal Chucky diciptakan lantas dijelaskan dari pertama film. Bahkan juga penjelasan bab Chucky dapat berperilaku pendendam sekaligus juga pembunuh sadis pula dijelaskan secara detil, hingga berasa lebih rasional, dibanding film-film sebelumnya.

Tapi sayang, karena narasi dibuat terlalu simpel, film ini tampak mudah ditebak. Memang, masih ada sejumlah kekurangan yang dirasakan Tapi, hal demikian tidak terlalu bermakna karena sudah terbius oleh cerita yang dibikin Lars Klevberg dan Don Mancini sebagai penulis narasi. (ria)

LEAVE A REPLY