Pengunjung mencoba simulator N219.

IDNews.co.id – Sesuai revisi Peraturan Menteri Nomor 26 tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek alias taksi on-line, sekarang ini para pengemudi taksi on-line diwajibkan ganti SIM A mereka dengan SIM A Umum.

Untuk bikin SIM A Umum, caranya masih sama juga dengan pembuatan SIM A polos, tetapi terdapat banyak hal yang membuatnya berlainan. Pembuat SIM Umum mesti memiliki sertifikat dari sekolah mengemudi saat sebelum melakukan pendaftaran, dan ikuti test psikologi juga uji simulator.

Nah, ternyata uji simulator lah yang bikin para pengemudi taksi on-line itu kesusahan dan gugur. Seperti dilansir Viva, Budi Karya Sumadi coba uji simulator pernah berapa kali bertanya cara yang benar menggerakkan setir sesuai sama titik merah di monitor.

Kasi Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar, menuturkan, memang banyak peserta tak lolos uji simulator. Kata dia, saat ikuti uji simulator memerlukan konsentrasi dan keterampian mengemudi, jika tidak demikian umumnya ada saja yang tidak berhasil.

Hal seirama juga disampaikan Ponco Seno, Ketua Koperasi PPRI (Perkumpulan Pengusaha Rental Indonesia). Kata dia, bila dalam test kesehatan tak lulus dirinya tak dapat bantu walaupun pembuatan SIM dilakukan dengan kolektif, berlainan saat uji simulator yang masih dapat dibantu.

” Memang simulator juga syarat dari verifikasi uji kerampilan kita mau diluluskan. Mungkin saja terdapat banyak yang tak lulus karena di situ, ” kata Ponco. (ndi)

LEAVE A REPLY