Ilustrasi film horor. Foto: WordPress.com

IDNEWS.CO.ID – The Sixth Sense , diedarkan perdana di Amerika Serikat di tahun lalu di bulan Agustus, disebut sebagai salah satu film yang membuat penghujung milenium lalu sebagai tahun istimewa dalam sejarah film, bersama dengan film-film lain seperti Being John Malkovich, American Beauty, Fight Club dan The Matrix .

Namun, bisa dibilang film-film lain tak ada yang meninggalkan dialog yang sering sekali dikutip seperti The Sixth Sense : ” I see dead people “.

Penjualan tiket film ini sangat baik, dan mengangkat lagi genre horor berkat kecohan di ujung ceita film atau twist : terbukanya rahasia bagi penonton bahwa psikolog yang diperankan oleh Bruce Willis di film ini ternyata hantu yang mengikuti anak kecil yang diperankan Haley Joel Osment.

Film ini jadi penentu bagi karir sutradara dan penulis M. Night Shyamalan.

Lahir di India dan besar di Amerika, Shyamalan membangun reputasi dengan film-film supernatural yang berakhiran dengan twist. Namun tak ada yang seikonik The Sixth Sense.

Di Hollywood film ini awalnya tak dianggap …

The Sixth Sense adalah film Shyamalan ketiga dan film-film ia sebelumnya tidak sukses.

David Vogel, eksekutif di Disney Studios membeli naskah film itu dan membolehkan Shyamalan menyutradarinya. Ia dianggap mengambil risiko besar saat itu.

Malahan atasan Vogel menolak keras harga US$2,25 juta (sekitar Rp32 milyar) yang harus dikeluarkan untuk membeli hak film itu. Vogel pun dipecat.

Mengejutkan semua orang di box office

Para eksekutif studio gugup, tapi The Sixth Sense dengan mudah mengembalikan biaya produksi US$40 juta (Rp570 milyar) dengan mencatat keuntungan lebih dari US$670 juta (Rp9.5 trilyun) di seluruh dunia.

Angka ini yang tertinggi kedua di tahun 1999, hanya kalah dari Star Wars: The Phantom Menace .

The Sixth Sense juga memegang rekor film horor berpendapatan tertinggi, sampai kalah di tahun 2017, diambil alih oleh adaptasi novel Stephen King, It .

Akhir film yang terus diingat

Kecohan di akhir cerita sangat sering dipakai dalam film, sudah sejak 1920-an.

Namun M. Night Shyamalan meningkatkan standar dengan menyembunyikan kematian tokoh yang diperankan oleh Bruce Willis dari penonton hingga benar-benar adegan terakhir.

Tentu saja ia meninggalkan beberapa tanda di beberapa adegan yang kemudian bikin para penggemar film gemas ketika menonton ulang film itu.

Bocoran beberapa film lain yang terkenal dengan twist

• Psycho (1960): Ibunda Bates sebetulnya adalah Norman, yang memakai baju si ibu.

• The Planet of The Apes (1968): Sejak semula para manusia itu memang berada di bumi.

• The Wicker Man (1973): Polisi yang melakukan penyelidikan hilangnya anak di pulau terpencil, akhirnya mati sebagai tumbal.

• Friday The 13th (1980): Yang melakukan pembunuhan adalah ibunda Jason – setidaknya di awal.

• The Empire Strikes Back (1980): Dialog ini: “No, Luke. I AM your father”.

• The Usual Suspects (1995): Kevin Spacey adalah Kaiser Soyze.

• Fight Club (1999): Silakan cari di Google ” dissociative identity disorder “.

• The Others (2001): Para tokoh utama dalam filmlah yang sesungguhnya hantu.

The Sixth Sense selalu dikutip sebagai salah satu film dengan twist terbaik sepanjang masa.

Reaksi terhadap film dari penonton dan media sangat positif, membuat para eksekutif melihat twist cerita sebagai alat penghasil uang. Maka dibuatlah film-film dengan twist.

Namun film-film ini rasanya seperti cuma jadi tiruan gagal dari The Sixth Sense saja, termasuk film-film Shayamalan lain yang mencoba mengulang resep ini. (ria)

LEAVE A REPLY