Ilustrasi KPK. Foto: e-lhkpn

IDNEWS.CO.ID – Dilaporkan tiga tersangka anggota DPRD Propinsi Jambi dan satu pengusaha ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengesahan Perancangan Anggaran Pemasukan dan Berbelanja Wilayah (RAPBD) Propinsi Jambi Tahun 2018.

Tiga anggota DPRD itu berinisial M dari pimpinan Fraksi Gerindra, EH, ZA dan JFY alias Asiang yang merupakan bagian swasta.

Tiga anggota DPRD itu ditahan. Ada yang ditahan di Rutan Guntur KPK ada yang masih ditahan di gedung KPK.

“Benar empat orang tersangka perkara suap RAPBD 2018 ditahan KPK,” papar narasumber yang tidak pengin dikatakan namanya.

Dikatakannya, sebelum tiga anggota DPRD dan satu faksi swasta ditahan Kamis siang, 18 juli 2019 di panggil ke KPK buat kontrol sebagai saksi. Tetapi setelah lebih dari tiga jam diperiksa keempat orang tersangka langsung ditahan KPK.

“Mereka siang tadi awalnya pergi dari Jambi ke Jakarta karena di panggil sebagai saksi perkara suap RAPBD 2018 tetapi langsung ditahan KPK,” tuturnya.

Didapati, KPK mengambil keputusan 13 tersangka dalam perkara suap itu pada 28 Desember 2018. 13 tersangka yakni Ketua DPRD Cornelis Buston, Wakil Ketua DPRD AR Syahbandar, dan Wakil Ketua DPRD Chumaidi Zaidi,Sufardi Nurzain, Cekman dari Fraksi Restorasi Nurani, Tadjudin Hasan dari Fraksi PKB, Parlagutan Nasution dari Fraksi PPP dan Muhammadiyah dari Fraksi Gerindra.

Setelah itu satu pimpinan komisi, Zainal Abidin bertindak sebagai Ketua Komisi III. Tiga anggota DPRD Propinsi Jambi masing-masing Elhelwi, Gusrizal, dan Effendi Hatta dan satu diantara bagian swasta bernama Jeo Fandy Yoesman alias Asiang.

KPK setelah itu sudah membetulkan penahanan tigas legislator Jambi itu. Ketiganya yaitu Muhammadiyah, Elhelwi dan Zainal Abidin.

Terkecuali itu, penyidik membendung tersangka dari faksi swasta yakni Direktur Pokok PT Sumber Swarnanusa, Joe Fandy Yoesman.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan keempatnya ditahan untuk 20 hari ke depan.

“Ini hari KPK kerjakan penahanan selama 20 hari pertama pada 4 orang tersangka dalam perkara Suap terkait pengesahan RAPBD Prov Jambi Tahun 2018,” kata Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019). (ndi)

LEAVE A REPLY