Ilustrasi petugas berjalan ke mobil ambulans pengangkut pasien Corona

IDNEWS.CO.ID – Warga Perumahan BKR Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, dilanda kepanikan. Setelah pasangan suami istri, kini ada satu warga lain yang positif terjangkit virus corona atau Covid-19 berdasarkan rapid test.

Sebelumnya, warga khawatir begitu mengetahui ada warganya yang merupakan pasangan suami istri positif corona, namun tidak dievakuasi ke rumah sakit. Bahkan, sebelum dinyatakan positif, pasangan suami istri itu masih tetap melakukan aktivitas seperti biasa di lingkungan. Suaminya salat berjemaah di masjid, sang istri mengajar mengaji.

Mereka khawatir tertular oleh pasangan suami istri yang belum lama dari Bangladesh kemudian transit di Thailand. Ketika sampai di Indonesia, suami istri itu sempat dikarantina selama tiga hari di wilayah Kebon Jeruk.

Sekretaris Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Ahmad Zaenuddin, menegaskan satu warga yang baru dilaporkan terjangkit corona ini tidak ada kaitannya dengan suami istri itu. Satu orang ini adalah tetangga dari pasangan suami istri itu.

“Warga sini (total) ada tiga orang, tetapi tidak ada kaitannya dengan suami istri itu,” ujar Zaenuddin.

Setelah mengetahui ada yang kembali terjangkit corona, warga langsung melakukan penyemprotan disinfektan di area perumahan.

“Kami sudah melakukan disinfektan. Penyemprotan pakai mobil pemadam dua unit diturunkan ke sini. Alhamdulillah mengurangi keresahan warga,” kata Ahmad.

Sementara itu, hingga Rabu sore kemarin, pasangan suami tersebut masih melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Ahmad mengatakan, belum ada upaya dari pihak Dinas Kesehatan untuk melakukan penjemputan atau evakuasi warganya yang positif.

Ahmad menjelaskan, tiga warga yang positif corona di perumahan itu merupakan hasil rapid test. Sesuai yang disampaikan Dinas Kesehatan masih ada beberapa tahapan pemeriksaan warganya.

“Jadi harapan kami jangan terlalu panik karena ini hanya baru rapid test,” ujar Ahmad.

Ahmad menjelaskan, sang suami yang positif corona itu memiliki riwayat perjalanan ke Bangladesh untuk mengikuti tablig akbar. Sebelum tiba di Indonesia, dia transit di Thailand.

“Riwayat itu menjadi dasar karena datang ke wilayah pandemik ini sehingga jadi ODP kemudian menjadi PDP,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Siaga Corona (Sisca), dokter Kusnadi, membenarkan ada warga Perumahan BKR yang positif corona. Namum, katanya, itu hanya sebatas rapid test. “Ya itu positif rapid test,” kata Kusnadi.

Namun Kusnadi belum menjelaskan saat ditanya apakah pasutri itu akan dites swab hari ini dan upaya yang akan dilakukan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Saat dikonfirmasi ke pelayanan Crisis Center Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melalui Posko Layanan Kegawatdaruratan Medis membenarkan tiga pasien yang positif berdasarakan rapid test tersebut.

“Sudah kami konfirmasi ke bagian surveilance, kata beliau tadi siang sudah diambil swab untuk memastikan positif atau negatif corona. Untuk saat ini saran isolasi mandiri di rumah. Mohon maaf ini baru rapid test belum bisa mendiagnosa positif corona. Jadi belum pasti positif corona. Untuk penegakan diagnosa dibutuhkan cek swab. Dan hasil cek swab butuh waktu 3-7 hari baru keluar hasilnya,” kata petugas pelayanan Crisis Center Covid-19 Dinkes Kabupaten Bogor. (fat)

LEAVE A REPLY