Aplikasi Tik Tok. Foto: Twitter/@tiktok_japan

IDNEWS.CO.ID – Media sosial berbagi video singkat, TikTok memutuskan untuk tidak lagi mengizinkan iklan politik berbayar di platformnya. Alasannya, pemilihan umum Amerika Serikat 2020 sudah dekat.

Dikutip dari laman Metro, Selasa 8 Oktober 2019, tidak hanya TikTok, Facebook pun melakukan hal yang sama, karena adanya peningkatan pengawasan terhadap iklan politik.

TikTok diketahui dihuni oleh banyak anak muda, dan menjadi target yang potensial dalam membidik pemilih pertama. Perusahaan yang berbasis di China ini, secara tegas melarang iklan berbayar yang mempromosikan atau menentang kandidat tertentu.

Perusahaan juga melarang iklan yang menentang pemimpin saat ini, iklan partai politik, iklan masalah negara maupun negara bagian, iklan advokasi dan lain sebagainya. Kebijakan ini berlaku di Uni Eropa dan negeri Paman Sam.

“Setiap iklan berbayar yang masuk ke komunitas, harus sesuai dengan standar platform. Iklan politik bukan sesuatu yang cocok ada di platform kami,” ujar Vice President of Global Business Solutions TikTok, Blake Chandlee.

TikTok mengklaim, sudah memiliki lebih dari 500 juta pengguna aktif di 150 negara dan berada di 10 aplikasi teratas di toko aplikasi iOS dan Android.

Media sosial Facebook dan Twitter, saat ini juga menjadi perusahaan teknologi yang mempublikasi data tentang jenis iklan yang tampil di platformnya, untuk menghindari kecurangan. (fat)

 

LEAVE A REPLY