Ilustrasi salat Ied. Foto: Sang Pencerah

IDNEWS.CO.ID – Ini hari kaum muslim di dunia merayakan Hari Raya Idul Adha atau biasa pun dikatakan Hari Raya Kurban. Soal yang sama juga selama perayaan ini ialah ritual penyembelihan kurban hewan ternak, baik kambing, domba, atau sapi.

Tidak cuma ritual beribadah semata-mata, kejadian Idul Adha dapat jadi momen merangsang karakter kesalehan sosial buat anak. Kala kurban datang, anak di berbagai area masjid kerapkali merasakan kehebohan saat melihat hewan kurban akan disembelih.

Walau sejumlah anak ada yang tak siap saat melihat hewan kurban disembelih, tetapi kehebohan ini penting disisipkan pendidikan karakter terhadap anak biar dia dapat tangkap arti yang dalam dari prosesi kurban.

Tersebut panduan yang butuh diperhatikan orangtua, saat mengarahkan arti berkurban pada anak dari Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Susanto dari tayangan wartawan Minggu (11/8/2019).

1. Ceritakan terhadap anak tentang sejarah kurban, biar anak tahu akar sejarah tersebut nilai positifnya.

2. Ajak ada salat Idul Adha. Ajak anak salat Idul Adha tak cuma mendidik anak biar patuh ibadah, tetapi dia dapat mengetahui akan serangkaian Idul Adha..

3. Jangan paksa anak. Apabila anak tidak ingin turut salat Idul Adha, jangan paksa mereka. Selama stimulasi terus dilakukan orangtua terhadap anak dengan tehnik yang baik, pada saatnya dia akan tumbuh kenyamanan untuk jalankan salat Idul Adha.

4. Tumbuhkan anak akan utamanya budaya hormat dan tunduk. Kala Ibrahim diperintah oleh Allah SWT untuk mengurbankan anaknya, Nabi Ismail lantas memberikan sikap hormat terhadap orangtuanya dan tunduk atas perintah Allah.

Budaya hormat harus di ajarkan terhadap anak sejalan kompleksitas halangan kemajuan anak saat ini. Ditambah lagi ajaran agama, budaya indonesia dan aturan UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mengatakan kalau hormat terhadap orangtua dan guru merupakan keharusan.

5. Jabarkan kalau tidak hanya jalankan perintah Allah, kurban pun mengarahkan untuk share terhadap orang yang tidak dapat. Dengan demikian, kurban mengarahkan kepekaan sosial dan share terhadap sama-sama yang perlu.

LEAVE A REPLY