IDNEWS.CO.ID –¬†Beberapa wilayah di Indonesia menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi mencegah penyebaran virus corona atau covid-19. Dengan adanya aturan tersebut ruang gerak masyarakat di luar rumah semakin dibatasi.

Termasuk saat menggunakan kendaraan pribadi. Untuk pengguna mobil sedan dengan konfigurasi kursi 4 penumpang dewasa hanya dibolehkan mengangkut 3 orang. Terdiri dari satu pengemudi, dan dua penumpang di kursi belakang.

Sedangkan mobil dengan kapasitas 7 penumpang yang rata-rata berjenis Multi Purpose Vehicle hanya dibolehkan membawa 4 penumpang. Dengan formasi, 1 pengemudi di depan, 2 penumpang di bangku baris kedua, dan 1 orang baris ketiga.

Berbeda dengan Angkutan Umum alias angkot, jika sebelumnya bisa mengangkut hingga 12 penumpang, namun selama PSBB maksimal hanya 6 orang. Selain itu, pengguna atau penumpang kendaraan roda empat juga wajib mengenakan masker.

Khusus bagi pengguna mobil yang masih melakukan aktifitas di tengah penerapan PSBB, tentunya perlu memerhatikan kondisi fisik. Sebab berkendara di bulan puasa akan dirasa berbeda, mengingat tubuh tidak memiliki asupan sejak pagi hari.

Dengan kondisi tersebut, emosi akan sulit diatur terlebih saat mengendarai mobil. Seperti kejadian di Bogor, Jawa Barat yang tengah viral. Di mana pengendara mobil adu mulut saat diberhentikan petugas karena melanggar aturan PSBB.

Diketahui, pengemudi mobil itu naik pitam saat ditegur petugas untuk memindahkan posisi duduk istrinya dari bangku depan ke belakang. Maka ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan, agar emosi tidak mudah meluap saat berkendara.

Terutama bagi driver taksi online yang masih mencari nafkah di luar rumah di tengah virus corona. Lantas seperti apa caranya?

Dokter Umum Rumah Sakit Pertamina Jaya, Daniel Bramantyo mengatakan, umumnya orang yang menjalani puasa lebih mudah terpancing emosi. Terutama bagi mereka yang mengendarai kendaraan, karena tubuhnya dirasa lelah.

“Jadi lebih sensitif, karena yang ada di dalam tubuh, gula mulai rendah, hormon tidak ada yang terlepas. Otak tidak mau mengarahkan gerak jadi lebih sensitif,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, emosi akan mempengaruhi gaya berkendara orang, dan akan berdampak pada pengguna jalan lainnya. Namun tidak semua pengemudi mobil emosinya tidak terkontrol saat berpuasa, artinya tergantung dari pola pikirnya.

“Kadang emosi itu muncul karena mindset kita sudah berfikir negatif terhadap sesuatu hal. Maka tipsnya melakukan perjalanan lebih dulu sebelum office hour (bagi yang masih bekerja). Jangan berkendara menjelang siang,” tuturnya.

“Tubuh lelah itu biasanya muncul dari jam 10 pagi kalo saat aktifitas kantor yang padat sampai terima asupan lagi. Di atas jam itu pasti lebih emosi, karena tingkat lelah dan faktor dari suhu udara,” katanya. (ndi)

LEAVE A REPLY