Mobil terobos banjir Foto: Tribunnews.com

IDNEWS.CO.ID – Musim hujan telah tiba. Tak ayal, berbagai masalah timbul mulai dari kemacetan, pohon tumbang, tanah longsor, hingga banjir. Hal ini menjadi momok bagi para pengendara mobil di kota-kota besar. Tanpa hujan saja, jalanan di Ibukota sudah macet, apalagi bila ditambah dengan genangan-genangan akibat hujan yang turun.

Terkadang para pengemudi tidak punya pilihan selain menerobos genangan air tersebut karena terburu waktu. Tapi di sini saatnya untuk Anda tetap waspada, jangan remehkan genangan air yang dilewati mobil. ”Secanggih-canggihnya teknologi pun, tidak didesain untuk anti-air, maka kita sebagai pengendara harus tetap waspada dalam melewati jalanan yang tergenang banjir. Saya mohon dengan sangat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melewati banjir, karena banjir sangat mungkin menyebabkan kerusakan fatal pada mesin kendaraan Anda ketika air masuk ke dalam filter udara,” ujar Rifat Sungkar, pebalap yang juga product ambassador Mitsubishi ini.

Selain itu, lanjutnya, para pemilik kendaraan harus mencari tahu dengan benar di mana letak filter udara, karena hal ini akan membuat pengendara bisa mengukur apakah mobilnya bisa melewati banjir atau tidak. ”Biasanya posisi filter setara dengan posisi logo atau emblem di grille depan. Namun ada juga yang filternya sejajar lampu atau bahkan di bawahnya. Ada baiknya Anda mengetahui posisi filter kendaraan Anda, karena ini merupakan langkah preventif agar Anda tahu seberapa maksimal mobil Anda mampu melewati jalanan yang tergenang banjir,” katanya.

Mobil-mobil Mitsubishi Motors seperti Pajero Sport sebenarnya sudah memiliki ground clearance yang cukup memadai. Tapi tetap saja, sebaiknya jika ada genangan air yang cukup tinggi lebih baik Anda mencari jalan lain. Namun jika tidak ada jalan lain, maka Anda harus memastikan filter udara tidak kemasukan air yang diakibatkan oleh gelombang atau riak air

Kalau sampai filter udara terendam itu bisa menyebabkan water hammer. Water hammer itu kondisi air masuk ke ruang pembakaran dan tentunya bisa merusak mesin. Selain itu, pastikan Anda melaju dengan kecepatan rendah dan gunakan gigi rendah pada transmisi manual dan ‘pada transmisi otomatis saat menerabas banjir. Hindari juga posisi setengah kopling ataupun mengocok gas dalam genangan karena berpotensi menimbulkan gelombang atau riak air.

Jika ternyata ketinggian air melebihi batas aman dan menyebabkan mobil Anda mogok, maka jangan pernah untuk mencoba menyalakan mesin mobil lagi. Karena dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Kemudian jika berhasil melewati genangan air tersebut, segera periksa kondisi rem apakah tetap optimal dengan metode sederhana. Jalankan kendaraan dengan kecepatan rendah, sekitar 5 km/jam, injak pedal rem berkali-kali untuk memastikan kondisinya prima. Usai melintasi banjir bukan berarti masalah selesai, segerakan periksa kendaraan Anda baik di bengkel resmi.

Langkah lain yang dapat Anda lakukan saat memasuki musim hujan adalah melakukan rotasi ban, yaitu penggantian ban di mana ban depan kiri menjadi ban belakang kanan, sedangkan ban depan kanan menjadi ban belakang kiri. ”Cuaca yang panas membuat ban kita lebih cepat habis. Habisnya pun tidak merata. Dengan melakukan rotasi ban, fungsi dan kinerja ban akan menjadi sama rata. Baik ban depan maupun belakang harus sama-sama memiliki grip yang bagus, apalagi pada saat musim hujan seperti saat ini di mana banyak lintasan yang cenderung licin dan banjir,” imbuhnya. (ria)

LEAVE A REPLY