Ilustrasi

IDNEWS.CO.ID – Twitter hari ini memberitakan mereka sudah membarui peraturan tingkah laku kedengkian untuk menghindar konten negatif pada basis mereka. Pada inovasi kebijakan in, Twitter akan memblok cuitan yang menggunakan bahasa tidak manusiawi. Diantaranya merupakan cuitan yang ajak membenci berdasarkan agama.

Twitter mengatakan, inovasi peraturan tingkah laku kedengkian ini bertujuan mengontrol pengguna tetap aman pada social media itu. Twitter menjelaskan konsentrasi utama mereka merupakan mengatasi kemungkinan bahaya yang dapat terjadi di kehidupan fakta.

Diluar itu, beberapa pengamatan ialah Dangerous Speech yang dilakukan Dr, Susan Benesch dan Recent Research on Dehumanization karya Nick Haslam dan Michelle Stratemeyer, membuktikan bagaimana bahasa yang tidak manusiawi bisa tingkatkan kemungkinan itu.

“Oleh karena itu, setelah melakukan diskusi menyeluruh dan berdasarkan operan balik dari publik, ahli external dan team Twitter sendiri; kami memutuskan untuk memperluas peraturan tentang tingkah laku kedengkian dengan masukkan bahasa tidak manusiawi berdasarkan agama,” tutur Twittter dalam keterangan di web perusahaan dilansir Rabu (10/7/2019).

Selama tahun lalu, Twitter mengungkap terima operan balik dari berbagai komunitas dan budaya di berbagai pelosok dunia yang menggunakan Twitter. Basis social media ini mengatakan memperoleh 8 ribu respon dari pengguna lebih dari 30 negara.

“Tahun lalu kami meminta operan balik dari pengguna tentang bagaimana kami bisa memperluas peraturan tingkah laku kedengkian di Twitter dengan mengikutsertakan penggunaan bahasa yang tidak manusiawi ke peraturan itu,” tuliskan Twitter.

Dengan demikian, Twitter mengatakan mulai ini hari cuitan-cuitan yang membenci kelompok atau komunitas agama akan terlarang di Twitter.

“Kami mohon untuk dihapus apabila diadukan pada kami. Bila diadukan, cuitan yang melanggar peraturan dan dicuitkan sebelum ini hari butuh dihapus. Tapi demikian, hal ini tidak akan langsung menyebabkan penundaan akun karena cuitan itu dicuitkan sebelum peraturan ini ditetapkan,” tutur Twitter.

Twitter menuliskannya, pelebaran tingkah laku kedengkian yang menggunakan bahasa tak manusiawi berdasarkan agama ini merupakan langkah awal saja. Kedepannya social media disukai banyak orang ini akan memperluas dengan mengikutsertakan tambah banyak kelompok untuk mengontrol basis itu dari konten kedengkian. (ria)

LEAVE A REPLY