Nyebrang Jalan Sambil Gunakan HP Bisa Didenda Rp2 Juta Foto: Tribunnews.com

IDNEWS.CO.ID – Makin bertambah pejalan kaki di Australia yang menggunakan HP atau dengarkan musik menggunakan headphone disaat melintas jalan, perihal yang dapat membahayakan mereka sendiri dan orang.

Masukan denda Rp2 juta untuk pejalan kaki yang melintas sembari mainkan HP. Makin bertambah pejalan kaki meninggal karena kehilangan konsentrasi disaat melintas. Kota Honolulu di Hawaii sudah mengimplementasikan denda sama

Lantaran itu buat mengurangi kebiasaan itu, sebuah organisasi di sini menyarankan biar denda untuk mereka yang melakukan hal tersebut sekitar Rp 2 juta atau $AUD 200.

Instansi yang menyarankan itu yaitu Dewan Pejalan Kaki Australia (Australian Pedestrian Council, PDA), yang mengatakan kalau hingga saat ini di Australia belum ada hukum yang mengontrol tingkah laku semacam ini dan karenanya butuh dilakukan.

Presiden PDA Harold Scruby pada ABC mengatakan kalau sudah saatnya peraturan denda itu dijalankan, karena kampanye untuk keselamatan pejalan kaki yang mereka melakukan selama 10 tahun terakhir sudah cukupi dari segi pendidikan.

“Saat ini saatnya untuk memperkuatnya dengan peraturan denda,” kata Scruby.

Statistik di Australia memperlihatkan kalau di tahun 2018-2019 di semua Australia 208 pejalan kaki meninggal dunia.

Disamping itu di negara sisi Victoria dari bulan Januari 2019 hingga bulan Juli, 25 pejalan kaki meninggal dunia, penambahan 47 persen dari periode yang sama dari tahun sebelumnya.

Tak dikatakan apa semua kematian itu dipicu oleh kekeliruan pejalan kaki atau kendaraan yang menabrak pejalan kaki itu.

Tetapi menurut Harold Scruby, dari penilaian yang dilakukan lembaganya, makin bertambah pejalan kaki di Australia yang terusik konsentrasinya disaat melintas jalan dengan tetap melihat HP atau dengarkan musik menggunakan headphone yang kedap suara.

“Banyak yang mengatakan kalau bila pejalan kaki melakukan tindakan bodoh itu yaitu masalah mereka, tetapi biaya kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya yaitu sekitar $AUD30 miliar dan kebanyakan itu menyangkut pejalan kaki,” kata Scruby.

Dalam penilaian yang dilakukan oleh lembaga bernama NRMA di kota terbesar di Australia, Sydney, 36 persen pejalan kaki disaat melintas tidak berkonsentrasi penuh, dan terpecah konsentrasi dengan gadget yang mereka punyai.

Sekarang ini diadukan baru kota Honolulu di negara sisi Hawaii di Amerika Serikat dan sebuah kota kecil di negara sisi California pun di AS yang keluarkan peraturan denda untuk pejalan kaki yang tidak berkonsentrasi penuh.

Denda yang dikenakan yaitu sekitar $AUD 99 (sekitar Rp1 juta).

Beberapa masyarakat Australia yang diminta reaksinya oleh ABC berkaitan masukan denda itu memiliki arahan beragam.

Meskipun beberapa mengatakan sudah melihat banyak contoh kecelakaan atau peristiwa yang menerpa pejalan kaki yang repot dengan HP mereka, tetapi masukan pengenaan denda tidak diterima dengan aklamasi.

Satu orang masyarakat di Perth (Australia Barat) Cynthia Wu mengatakan kalau ia sudah pernah melihat kecelakaan yang menerpa seorang pejalan kaki yang “meleng”.

“Pejalan kaki wanita ini sedang melintas, dan seorang temannya setelah itu memanggil ia, dan karena tidak konsentrasi ia menengok namun dalam saat bersamaan ada bis yang masuk ke stasiun. Wanita itu menabrak bis untuk tidak mengalami luka yang amat serius,” kata Cynthia Wu.

Cynthia mengatakan denda akan bikin pejalan kaki lebih waspada, tetapi ia tidak sepakat dengan masukan denda hingga Rp 2 juta.

“Ane sangka denda yang sesuai ya sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta,” tuturnya.

Sepakat tatacara namun bukan denda A man died on August 3, 2013, after his car ran into the back of a tram in the Melbourne suburb of Albert Park. Pria pengendara mobil ini meninggal disaat mobilnya menabrak sebuah tram di Albert Park Melbourne.

Sekarang ini sudah ada peraturan yang mengontrol tingkah laku pejalan kaki di berbagai negara sisi di Australia.

Di negara sisi Australia Selatan dan Australia Barat, pejalan kaki dapat dikenai denda sebesar Rp500 ribu, sementara di negara sisi New South Wales dan Victoria dendanya yaitu sekitar Rp750 ribu.

Denda paling tinggi yaitu di negara sisi ACT yang mencakup ibu kota Australia, dimana denda yang dijatuhkan yaitu Rp1,5 juta.

Tetapi sampai kini belum ada peraturan privat mengontrol tingkah laku melintas jalan menggunakan HP atau mengenakan headphone sembari dengarkan musik.

Satu orang masyarakat yang lain Shawn Wu yang tinggal di Canberra mengatakan ia mendukung pentingnya tatacara biar pejalan kaki lebih berkonsentrasi disaat melintas jalan, tetapi tidak sepakat dengan pengenaan denda.

Ia mendukung adanya berbagai langkah tekhnis yang dapat dilakukan sampai bikin pejalan kaki lebih aman lepas apa mereka terusik konsentrasinya menggunakan HP atau yang lain.

Shawn Wu mengatakan di Australia sudah terlalu banyak peraturan pengenaan denda untuk berbagai pelanggaran lalu lintas, tetapi ia melihat ini cuma usaha untuk menambah penerimaan budget untuk negara sisi saja.

Serta berbicara berkaitan masukan denda Rp2 juta itu, Shawn Wu menyampaikan kebimbangan kalau kedepannya akan ditempatkan jadi peraturan di Australia.(ach)

LEAVE A REPLY