Ilustrasi

IDNews.co.id – Sebuah virus mematikan yang dengan klinis sama dengan Ebola, sudah menebar di Uganda. Penyakit yang berasal dari virus Marburg ini, juga akan membunuh sampai 88 persen pengidapnya. Dan dianggap jadi di antara patogen paling mematikan.

Lima masalah sudah diidentifikasi selama ini, dan lembaga pemberian internasional sudah bergegas untuk mengerahkan tim ke lapangan untuk mengatur wabah itu.

Berita itu terlihat di dalam lonjakan masalah wabah di Madagaskar, yang di kira jadi wabah terburuk dalam 50 tahun paling akhir. Dan saat ini ada pada titik ‘krisis’. Apakah virus ini juga akan menebar ke semua penjuru dunia?

Marburg Virus Desease atau MVD termasuk juga dalam keluarga yang sama juga dengan virus Ebola – demam berdarah yang menenggelamkan Afrika Barat dan membunuh seputar 11. 000 pada tahun 2014 dan 2015.

Virus ini bisa menebar melalui gigitan dari kelelawar buah atau monyet. Dan bisa disebarkan dari manusia ke manusia melalui air mani dan darah.

Tetapi, MVD dapat juga menyebar dengan sentuhan pada pakaian yang terkontaminasi, Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan.

MVD menyebabkan pendarahan hebat, demam, muntah dan serangan diare dan memiliki masa inkubasi 21 hari. Sekarang ini, tak ada perawatan yang dapat dilakukan.

Laporan teranyar dari media lokal menyebutkan, kalau dua orang sudah wafat di distrik Kween – dekat dengan perbatasan Kenya. Mereka yaitu saudara laki laki dan wanita.

Dr Diana Atwine, sekretaris permanen kementerian kesehatan Uganda, mengkonfirmasi pada AFP kalau tes darah memperlihatkan keduanya sudah wafat karena MVD.

Keraguan bertambah saat wanita berumur 50 tahun itu, terjangkit virus itu saat upacara persiapan pemakaman.

Tempat saudara laki laki mereka yang beda tak diketahui, setelah dia mulai memperlihatkan gejala dan menampik masuk rumah sakit.

Apakah akan ada lebih banyak kasus?

Berbicara minggu lalu, Dr Atwine mengatakan: “Saat ini kita tidak tahu apakah ada orang lain selain mereka yang telah terjangkit penyakit ini. Pakar kesehatan masih menyelidiki, selain untuk meningkatkan kepekaan penduduk tentang bahaya Marburg dan kami meminta kewaspadaan publik.”

Beberapa ratus orang diketahui berhubungan dengan lima pasien MVD, yang membuat kepanikan meluas untuk mengawasi setiap orang.

Skrining darurat telah dimulai di perbatasan Kenya-Uganda, untuk menghentikan wabah tersebut.

Wabah di Uganda

MVD pertama kali dilaporkan di Uganda pada tahun 2007, setelah virus tersebut ditemukan menyerang beberapa orang di distrik barat Kamwenge. Wabah pada tahun 2012 menewaskan 10 orang.

Nama MVD berasal dari kota Marburg di Jerman tengah, tempat virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1967.

Beberapa pekerja telah terpapar virus ini, dari monyet hijau Afrika yang terinfeksi di laboratorium penelitian.(ndi)

LEAVE A REPLY