Terdakwa kasus pelanggaran UU ITE Buni Yani

IDNews.co.id – Pengadilan Negeri Kelas I A Bandung resmi menjatuhkan vonis untuk Buni Yani satu tahun enam bulan penjara atas perkara penyalahgunaan Info dan Transaksi Elektronik.

Pria sebagai pembicaraan karena mengunggah pertama kalinya potongan video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada tahun yang lalu itu dan menimbulkan eskalasi politik meninggi, dikira dapat dibuktikan bersalah oleh majelis hakim.

Meski demikian, menurut Hakim Ketua M Saptono, ketentuan penjara 1 tahun enam bulan itu masih belum tetap.

” Putusan ini masih belum berkekuatan hukum tetap, karena masih ada sistem sidang selanjutnya, ” katanya di ruangan sidang, Selasa, 14 November 2017.

Buni Yani, sebelumnya juga meyakinkan mau pikirkan langkah selanjutnya usai vonis penjara padanya dijatuhkan. ” Kami mau pikir-pikir dahulu selama tujuh hari, ” katanya.

Sistem sidang putusan pada Buni Yani ini hampir menelan saat 1 tahun, mulai sejak diputuskan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada Rabu, 23 November 2016.

Kepolisian menilainya catatan video yang diunggah Buni Yani dalam video Pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada September 2016 bermasalah. Ia dikira tidak mematuhi Pasal 28 Ayat 2 Jo Pasal 45 Ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

– Pengadilan Negeri Kelas I A Bandung resmi menjatuhkan vonis untuk Buni Yani satu tahun enam bulan penjara atas perkara penyalahgunaan Info dan Transaksi Elektronik.

Pria sebagai pembicaraan karena mengunggah pertama kalinya potongan video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada tahun yang lalu itu dan menimbulkan eskalasi politik meninggi, dikira dapat dibuktikan bersalah oleh majelis hakim.

Meski demikian, menurut Hakim Ketua M Saptono, ketentuan penjara 1 tahun enam bulan itu masih belum tetap.

” Putusan ini masih belum berkekuatan hukum tetap, karena masih ada sistem sidang selanjutnya, ” katanya di ruangan sidang, Selasa, 14 November 2017.

Buni Yani, sebelumnya juga meyakinkan mau pikirkan langkah selanjutnya usai vonis penjara padanya dijatuhkan. ” Kami mau pikir-pikir dahulu selama tujuh hari, ” katanya.

Sistem sidang putusan pada Buni Yani ini hampir menelan saat 1 tahun, mulai sejak diputuskan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada Rabu, 23 November 2016.

Kepolisian menilainya catatan video yang diunggah Buni Yani dalam video Pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada September 2016 bermasalah. Ia dikira tidak mematuhi Pasal 28 Ayat 2 Jo Pasal 45 Ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. (ndi)

LEAVE A REPLY