Evakuasi WNI di Wuhan Terkait Penyebaran Virus Corona.

IDNEWS.CO.ID – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan upaya memerangi virus corona mencapai “titik yang menentukan”.

Negara-negara di Asia, Eropa dan Timur Tengah mengumumkan langkah-langkah baru untuk mengendalikan penyebaran virus corona, di tengah peringatan WHO tersebut.

Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan wabah yang terjadi di Iran, Italia dan Korea Selatan menunjukkan kekuatan virus itu.

“Itulah yang terjadi di seluruh dunia yang sekarang menjadi perhatian terbesar kami,” ujar Ghebreyesus.

Iran dan Italia menjadi pusat penyebaran virus terbesar, dengan banyak orang bepergian dari kedua negara tersebut menyebabkan penyebaran virus semakin luas.

Beberapa pejabat Iran dinyatakan positif virus corona, termasuk Wakil Presiden Masoumeh Ebtekar.

Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Lebanon, Afghanistan, Pakistan dan Estonia di Eropa Utara melaporkan adanya kasus baru yang melibatkan orang yang baru saja bepergian dari Iran.

Di Jepang, Perdana Menteri, Shinzo Abe, memerintahkan semua sekolah ditutup mulai Senin sampai akhir Maret untuk mencegah penyebaran virus.

Perintah itu dikeluarkan ketika jumlah pasien virus corona bertambah, termasuk dua anak-anak.

Secara global, lebih dari 80.000 orang di hampir 50 negara telah terinfeksi virus corona.

Hampir 2.800 orang meninggal dunia, kebanyakan dari mereka berada di Provinsi Hubei di China.
Apa yang dikatakan WHO?

Ghebreyesus mendesak negara-negara yang terinfeksi untuk bertindak agresif untuk mengatasi penyebaran virus.

“Kita sebenarnya dalam situasi yang sangat sulit di mana wabah dapat terjadi ke segala arah berdasarkan cara kita menanganinya,” katanya.

“Ini bukan saatnya untuk takut. Ini adalah saat untuk mengambil tindakan mencegah infeksi dan menyelamatkan hidup,” tambahnya.

Lebih dari 200 orang sejauh ini telah terinfeksi virus corona di Jepang – Getty Images

Tindakan apa yang diambil oleh negara-negara tersebut?

• Jepang dan Irak telah memerintahkan sekolah-sekolah untuk libur – langkah yang sudah diambil di China dan Hong Kong

• Arab Saudi menghentikan jamaah umrah memasuki negara itu. Belum jelas apakah ibadah haji, yang dimulai pada bulan Juli tahun ini, akan terpengaruh

• Iran telah mendesak warga untuk menghindari melakukan perjalanan yang tidak perlu di dalam negara dan membatalkan shalat Jumat di Teheran dan kota-kota lain

• Australia memperpanjang larangan pengunjung asing dari Cina daratan

• Italia telah mengkarantina 11 kotanya

Semua sekolah diliburkan di Jepang

Kebijakan ini mulai berlaku pada hari Senin (02/03) dan akan berlangsung hingga akhir liburan musim semi – biasanya pada awal April.

Langkah ini akan berdampak pada kegiatan belajar mengajar bagi sekitar 13 juta siswa.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan minggu-minggu pertama bulan Maret akan menjadi “periode yang sangat kritis” untuk mencegah penularan virus.

Langkah ini mengikuti keputusan China untuk tidak membuka kembali sekolah di daratan setelah liburan Festival Musim Semi dan sebaliknya meminta hampir 200 juta siswa untuk mengikuti kelas online dari rumah mereka.

Hong Kong juga meliburkan sekolah sampai April.

Kebijakan Jepang meliburkan sekolah akan berdampak pada sekitar 13 juta siswa – Getty Images

Banyak orang tua di Jepang khawatir tentang apa yang akan mereka lakukan dengan anak-anak mereka.

“Perasaan jujur saya – semua sekolah diliburkan? Penting untuk melindungi anak-anak, tetapi apa yang terjadi jika mereka memiliki orangtua yang bekerja?” satu orang tua menulis di media sosial.

Para pejabat mengatakan pusat penitipan anak tetap terbuka.

Lebih dari 200 orang sejauh ini telah terinfeksi virus corona di Jepang.

Seorang perempuan berusia empat puluhan di Osaka dinyatakan positif untuk kedua kalinya setelah sebelumnya pulih. (ach)

LEAVE A REPLY