Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan

IDNEWS.CO.ID – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, mengklaim bahwa aparat pemerintah sebenarnya sudah berupaya mencegah kerumunan massa dalam kegiatan yang dihadiri Habib Rizieq Shihab di Pesantren Alam dan Agrikultural Markas Syariah FPI, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 13 November 2020. Namun massa sudah membludak dan tak terbendung, sama seperti yang terjadi di Jakarta.

Iwan mengungkapkan, aparatur pemerintah sudah berusaha persuasif sampai malam sebelum hari kegiatan itu untuk mencegah kerumunan massa. Panitia penyelenggara pun sudah diwanti-wanti agar tidak memicu keramaian orang karena berpotensi menjadi sarana penularan COVID-19. Bahkan potensi kemacetan lalu lintas pun sudah diantisipasi.

“[massa yang membludak] itu kan di luar kendali prediksi. Kirain kami bahwa Habib langsung, ternyata ada penyambutan. Nah, ini kan saya juga ingin klarifikasi: apakah ini dikondisikan atau tidak oleh panitia, karena tidak ada acara seremonial, hanya jumatan. Jadi kami belum tahu terkait pengondisian kerumunan di Masjid Harakatul Jannah itu di Gadog, kami belum tahu,” katanya kepada wartawan pada Rabu, 19 November 2020.

Dia membandingkan peristiwa di Bogor dengan kerumunan massa saat menyambut kepulangan Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dan di Jakarta sehari sebelumnya. Sebagian malahan ada sejumlah figur publik mengajak masyarakat melalui media sosial untuk meyambut Rizieq di Bandara.

Namun, Iwan mengaku belum menentukan peristiwa itu mengandung unsur pelanggaran yang disengaja atau spontanitas. Aparat masih menyelidiki untuk mengetahui apakah ada semacam panitia yang mengoordinasikan untuk mobilisasi massa, misalnya berangkat bersama ke Bandara, atau dalam acara salat Jumat berjemaah di Megamendung.

Namun saat ditanya apakah akan ada sanksi jika panitia terbukti mengondisikan massa, Iwan masih akan membahasnya antara massa yang berada di jalan saat menyambut dan yang berada di area masjid di Markas Syariah mengikuti ceramah salat Jumat.

“Ini kan Jumatan. Ini ada panitia atau tidak, saya tidak tahu. Panitia ini kalau di area Markas tempat Habib di Megamendung. Kalau yang di jalan ini saya belum tahu. Apakah ada panitia khusus menyambut atau komunitas para yang muhibin habib yang di wilayah Bogor ini tumplek (tumpah) untuk menyambut, karena mungkin sudah lama, ya, bisa jadi,” katanya. (fat)

LEAVE A REPLY