IDNEWS.CO.ID – Ibu dari tiga orang anak, Kelly Snipes (37), awalnya tidak mengerti kenapa dia sering menghabiskan uang tanpa sadar, berbelanja online sampai hampir bangkrut. Kelly mengaku bahkan pernah sampai membeli lapangan basket.

Wanita asal Essex, Inggris, ini sejak masih kecil memang diketahui mempunyai kebiasaan tidur berjalan. Makin bertambah umur kebiasaan Kelly makin parah tetapi saat itu dokter mengatakan hanya sebagai gejala stres serta kelelahan.

“Sampai aku hamil 20 minggu, aku overdosis dalam tidur,” kenang Kelly seperti diambil dari Fox News, baru-baru ini.

“Sebab aku menderita diabetes harus rutin minum obat dan aku overdosis metformin. Aku mimpi sedang berbicara dengan dokter tidak ingin minum obat. Tetapi saat aku bangun, ternyata aku sudah minum sekaligus semua obat aku,” lanjut Kelly.

Khawatir karena kondisinya makin bertambah parah sampai membahayakan keluarga, Kelly berulang mencari bantuan dokter sampai akhirnya dia didiagnosa dengan dua kondisi. Kondisi pertama adalah sleep apnea dimana pasien bisa berhenti napas tiba-tiba dalam tidur dan kondisi kedua ialah parasomnia.

Menurut National Sleep Foundation parasomnia ialah hal-hal abnormal yang bisa dilakukan seseorang dalam kondisi tidur. Beberapa misalnya mulai dari tidur berjalan, mengamuk, makan, sampai bercinta.

“Seringnya parasomnia ini terjadi dalam keluarga sehingga mungkin ada faktor genetik dalam banyak kasus… Parasomnias dapat pula dipicu oleh gangguan tidur lainnya seperti sleep apnea dan beberapa obat tertentu,” tulis Carlos H. Schenck periset dari Minnesota Regional Sleep Disorders Center.

Pada kasus Kelly sendiri dia akhirnya diberi terapi tidur dengan mesin Continuous Positive Airway Pressure (CPAP). Tujuannya supaya Kelly bisa tidur tanpa terganggu aliran udara terputus.

“Pertama kali memakai mesin CPAP aku merasa cukup istirahat kembali energik setelah bertahun-tahun,” ujarnya.

(ria)

LEAVE A REPLY