Ilustrasi turis
Ilustrasi turis

IDNEWS.CO.ID – Wabah virus Corona Wuhan, (2019-nCoV) yang terjadi di Wuhan sejak akhir tahun 2019 lalu membuat dunia resah, termasuk Indonesia. Dikabarkan, masyarakat Sumatera Barat bersikap tegas dengan menolak kedatangan turis asal Kota Kunming, Provinsi Yunnan, China, terkait penyebaran virus corona yang dianggap sangat mematikan. 

Meski berbagai pencegahan standar dilakukan, tapi informasi mengenai penyebaran virus coronan yang mematikan memaksa gelombang protes dari masyarakat. Selain turun ke jalan, warga Sumbar juga melakukan protes melalui media sosial.

Warga bahkan melakukan protes di kawasan wisata Jam Gadang. Mereka membawa spanduk dan menutut pelancong asal Negeri Tirai Bambu keluar dari Bukittinggi.

Penolakan tidak main-main, warga sampai menunggu di depan Hotel Novotel untuk menghalau turis China agar tidak keluar dan berbaur dengan masyarakat setempat. 

Tidak hanya di Bukittinggi, masyarakat Kabupaten Tanah Datar, juga menolak kedatangan mereka. Akibatnya, agenda kunjungan turis China ke Tanah Datar dibatalkan oleh agen travel.

Terkait dengan adanya penolakan masyakat di Sumatera Barat terhadap kedatangan turis asal China, Plt Plt Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Guntur Sakti memberikan tanggapannya. Melalui pesan singkatnya kepada VIVA, dia menjelaskan bahwa penolakan oleh masyarakat terhadap kelompok wisatawan China yang sedang berwisata di Sumatera Barat sebaiknya kita jangan terlalu resah dan berpikiran terlalu jauh. 

“Penolakan tersebut sebenarnya hanya sebuah ekspresi keprihatinan masyarakat akan virus corona yang berasal dari China dan telah meresahkan dunia karena telah menelan sejumlah korban jiwa,” kata dia, Selasa 28 Januari 2020.

Di sisi lain, dia menjelaskan terkait dengan pelarangan kedatangan wisatawan asal China hingga saat ini belum diberlakukan oleh pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Info dari Kemenlu, hingga saat ini tidak ada satu negara pun yang melakukan pelarangan. WHO juga belum menyatakan keadaan saat ini dengan travel warning. Oleh karena itu, Indonesia juga tidak melakukan pelarangan,” jelas dia. 

Di sisi lain,  dia menjelaskan bahwa Kemenlu telah mengeluarkan Travel Advice (himbauan) bagi WNI untuk bepergian ke wilayah tiongkok agar hati hati. Namun khusus ke provinsi Hubei Kemenlu telah mengeluarkan travel warning (larangan bepergian).

“Lebih jelasnya silahkan konfirmasi ke Kemenlu, karena hal tersebut merupakan kewenangan Kemenlu,” ujar dia. 

LEAVE A REPLY