Ilustrasi sampah di pantai.

IDNEWS.CO.ID – Sampah menjadi masalah yang tak berkesudahan di Indonesia. Bukan saja kebiasaan masyarakat yang membuang sampah dapat mencemari laut, tapi juga memicu terjadinya banjir di saat curah hujan tinggi seperti kejadian beberapa waktu lalu.

Contohnya saja di salah satu daerah di Indonesia di Pasuruan, hanya 9 persen penduduk yang memiliki akses terhadap layanan pengelolaan sampah, dan hanya 1 persen dari jumlah sampah tersebut dikelola secara bijak. Penduduk lain tidak memiliki pilihan, selain membuang sampah di lingkungan sekitar mereka.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan di Jawa Timur memperkuat komitmennya untuk mengurangi pencemaran sampah plastik di lautan dengan mengalokasikan dua hektar lahan untuk pembangunan fasilitas TPST3R (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reuse-Reduce-Recycle) Project STOP.

Fasilitas ini akan mengelola pengumpulan dan pemilihan sampah serta proses daur ulang di kecamatan Lekok dan Nguling untuk pertama kalinya. Inisiatif ini dilakukan yang bertujuan untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah berbiaya rendah.

Selain itu juga dapat meningkatkan tingkat pengumpulan sampah dan mencegah pencemaran sampah ke laut. Terlebih, lautan yang tercemar bisa membahayakan ekosistem laut.

“Hal ini merupakan salah satu upaya pengembangan yang penting dalam membantu Indonesia mencapai target pengurangan sampah di lautan hingga 70 persen pada  2025,” ujar Bupati Pasuruan, H. M. Irsyad Yusuf, dikutip dari siaran pers Nestle, Kamis 27 Februari 2020.

Diharapkan program ini dapat membantu menciptakan pengelolaan sampah mandiri yang ekonomis sehingga dapat diterapkan di seluruh daerah. Program ini tidak hanya menyediakan lapangan kerja baru, tapi juga meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengatasi masalah lingkungan yang disebabkan oleh pengelolaan sampah plastik yang tidak tepat.

LEAVE A REPLY